Kamis, 03 Mei 2012

KEANEKARAGAMAN MAKHLUK HIDUP DAN PERSEBARANNYA


KEANEKARAGAMAN MAKHLUK HIDUP DAN PERSEBARANNYA



Disusun Oleh :
Usman Fauzi                                           Nehwan
Rofiatus syamsiah                                  Leonardus Viki Jampur
Yulia Ratnawati                                     Khalijah Ibrahim
Sandi Prasetya                                        Sarimah


INSTITUT KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
BUDI UTOMO MALANG
FACULTY OF SOCIAL AND HUMANIORA SCIENCE



KATA PENGANTAR

          Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah swt atas segala rahmat,berkah  dan hidayahnya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul” sistematika kehidupan dimuka bumi”.
        Makalah ini disusun guna mengetahui keanekaragaman kehidupan dimuka bumi  dan juga untuk memenuhi tugas mata kuliah Ilmu Alamiah Dasar (IAD).
        Kami mengucapkan terima kasih kepada pihak pihak yang telah membantu kami dalam menyediakan sumber- sumbernya yang berupa artikel dan tulisan yang telah kami jadkan refrensi guna menyusun makalah ini.
      Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh  dari sempurna untuk itu kritik dan saran dari teman-teman  kami terima demi menyempurnakan makalah ini.







Malang, 3 april 20012

Penyusun


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN
Ø  Latar belakang penulisan
Ø  Rumusan masalah
Ø  Tujuan penulisan

BAB II PEMBAHASAN
Ø  Penjelasan tentang geografi kehidupan
Ø  Pembagian wilayah menurut iklim
Ø  Pembagian wilayah untuk binatang
Ø  Evolusi kehidupan   

BAB III PENUTUP
Ø  Kesimpulan
Ø  Saran

DAFTAR PUSTAKA



BAB I
PENDAHULUAN

A.  Latar belakang penulisan
Sistematika  kehidupan dimuka bumi teerdiri dari berbagai aspek,misalnya tentang geografi kehidupan , pembagian wilayah menurut iklim, pembagian wilayah untuk binatang, serta evolusi kehidupan.
Mempelajari sistematika kehidupan dimuka bumi berarti  mempelajari tentang geografi kehidupan yang mencangkup berbagai aspek yang berkaitan dengan geografi kehidupan dimuka bumi.
Dengan mempelajari sistematika kehidupan dimuka bumi ,kita dpat memahami  segala hal yang berhubungan dengan sistematika kehidupan dimuka bumi.


B.  Rumusan masalah
1. Apa yang dimaksud geograf kehidupan?
2. Sebutkan pembagian wilayah menurut iklim?
3. Sebutkan pembagian wilayah menurut fauna!
4.Apa yang dimaksud evolusi kehidupan
    
C. Tujuan penulisan
1. Untuk mengetahui penjelasan tentang geografi kehidupan
2. Untuk mengetahui pembagian wilayah menurut iklim
3. Untuk mengetaui pembagiaan wilayah untuk binatang
4. Menjelaskan tentang evolusi kehidupan


BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Geografi Kehidupan di bumi
Geografi kehidupan dimuka bumi di bagi dua menurut lingkungannya, yaitu lingkungan biotik dan lingkungan abiotik.
2.1.1. Lingkungan biotik
Lingkungan biotik adalah semua makhluk hidup yang menempati bumi, yang terdiri atas tumbuhan, hewan, manusia. Menurut fungsinya, komponen biotik dapat dibedakan menjadi 3 kelompok utama.

A. Kelompok Produsen
Kelompok produsen adalah organisme yang mampu menghasilkan makanannya sendiri, yang biasa disebut dengan autotrofik (auto = sendiri, trofik = menghasilkan makanan). Organisme tersebut mengubah bahan-bahan organik menjadi bahan anorganik dengan bantuan energi matahari dalam butir-butir hijau daun atau klorofil. Pada klorofil itulah proses fotosintesis berlangsung, yang termasuk kelompok produsen adalah tumbuh-tumbuhan yang berhijau daun (klorofil).

B. Kelompok Konsumen
Kelompok konsumen adalah organisme yang hanya memanfaatkan hasil yang disediakan oleh organisme lain (produsen). Oleh karena itu, konsumen disebut dengan heterotrofik. Kelompok ini terdiri atas manusia dan kelompok hewan herbivora (pemakan tumbuh-tumbuhan). Hewan herbivora selanjutnya dimakan oleh binatang karnivora (pemakan hewan lainnya), dan kedua jenis binatang ini dimakan oleh manusia, yang termasuk dalam golongan omnivora (pemakan segalanya).

C. Kelompok Pengurai (Decomposer)
Kelompok pengurai berperan dalam menguraikan sisa-sisa atau makhluk hidup yang telah mati. Termasuk dalam kelompok pengurai adalah bakteri dan jamur. Hasil penguraiannya berupa mineral-mineral dan air yang kembali ke tanah, serta gas-gas yang terlepas kembali ke atmosfer.

2.1.2. Lingkungan Abiotik
Lingkungan abiotik adalah benda-benda mati yang ada di bumi tetapi mempunyai pengaruh pada kehidupan mahkluk hidup yang ada di dalamnya. Berikut termasuk dalam kelompok abiotik.

A. Tanah
Tanah merupakan tubuh alam yang berfungsi sebagai tempat tinggal makhluk hidup dengan segala aktivitasnya. Selain berperan sebagai tempat tinggal makhluk hidup, tanah juga menyediakan unsur-unsur yang diperlukan untuk kehidupan tumbuhan seperti unsur hara, bahan organik, serta air yang terdapat di dalam tanah.

B. Atmosfer / Lapisan Udara
Atmosfer merupakan lapisan udara yang menyelimuti bumi. Dalam atmosfer terdapat berbagai gas yang sangat penting bagi kehidupan makhluk hidup di bumi. Salah satu gas yang mempunyai peranan sangat penting bagi makhluk hidup adalah oksigen yang digunakan manusia dan hewan untuk bernapas. Manusia dan hewan bernapas menghirup oksigen dan mengeluarkan gas karbon dioksida, dan sebaliknya tumbuhan menyerap karbondioskida dan membuang oksigen ke udara.



C. Air
Air merupakan sumber utama kehidupan, karena tanpa adanya air makhluk hidup tidak akan bisa hidup. Lebih dari 70% permukaan bumi terdiri atas air, namun dari sekian besar volume air yang terdapat di bumi, hanya sebagian kecil saja yang dapat digunakan (air segar).

D. Sinar Matahari
Sinar matahari merupakan sumber energi utama bagi kehidupan. Pada tumbuhan, sinar matahari berguna untuk proses fotosintesis.

2.2. Pembagian wilayah menurut iklim
Wladimir Koppen membuat klasifikasi iklim seluruh dunia berdasarkan suhu dan kelembaban udara. Kedua unsur iklim tersebut sangat besar pengaruhnya terhadap permukaan bumi dan kehidupan di atasnya. Berdasarkan ketentuan itu Koppen membagi iklim dalam lima daerah iklim pokok.
2.2.1. Iklim tropis
Ciri-cirinya adalah sebagai berikut :
• suhu rata-rata bulanan tidak kurang dari 18°C,
• suhu rata-rata tahunan 20°C-25°C,
• curah hujan rata-rata lebih dari 70 cm/tahun, dan
• tumbuhan yang tumbuh beraneka ragam
2.2.2. Iklim gurun
Ciri-cirinya sebagai berikut :
• Terdapat di daerah gurun dan daerah semiarid (steppa)
• Curah hujan terendah kurang dari 25,4/tahun, dan penguapan besar


2.2.3. Iklim sedang
Ciri-cirinya sebagai berikut :
Suhu rata-rata bulan terdingin antara 18° sampai -3°C
2.2.4. Iklim salju (microthermal)
Ciri-cirinya adalah sebagai berikut :
· Rata-rata bulan terpanas lebih dari 10°C
· Sedangkan suhu rata-rata bulan terdingin kurang dari - 3°C
2.2.5. Iklim kutub
Ciri-cirinya sebagai berikut :
· Terdapat di daerah Artik dan Antartika
· Suhu tidak pernah lebih dari 10°C
· Sedangkan suhu rata-rata bulan terdingin kurang dari - 3°C
Schmidt Ferguson menggolongkan iklim didasarkan banyaknya curah hujan tiap-tiap bulan dengan membandingkan jumlah bulan kering dengan jumlah bulan basah dalam satu tahun. Oleh sebab itu menurutnya, bahwa iklim dibagi menjadi dua golongan, yaitu sebagai berikut: Bulan kering (BK), yaitu curah hujan yang sampai ke permukaan bumi kurang dari 60 mm; Bulan basah (BB), yaitu curah hujan yang sampai kepermukaan bumi lebih dari 60 mm.
Klasifikasi iklim yang dilakukan oleh Oldeman didasarkan kepada jumlah kebutuhan air oleh tanaman, terutama pada tanaman padi. Penyusunan tipe iklimnya berdasarkan jumlah bulan basah yang berlansung secara berturut-turut.Oldeman membagi lima zona iklim dan lima sub zona iklim. Zona iklim merupakan pembagian dari banyaknya jumlah bulan basah berturut-turut yang terjadi dalam setahun. Sedangkan sub zona iklim merupakan banyaknya jumlah bulan kering berturut-turut dalam setahun. Pemberian nama Zone iklim berdasarkan huruf yaitu zone A, zone B, zone C, zone D dan zone E sedangkan pemberian nama sub zone berdasarkana angka yaitu sub 1, sub 2, sub 3 sub 4 dan sub 5.
Klasifikasi iklim berdasarkan temperatur udara :
1.    Daerah tropic
Daerah yang bersuhu antara 22'C-28'C. Terletak antara 23 1/2' LU-23 1/2' LS.
2.    Daerah subtropika
Daerah yang bersuhu  diatas 20'C. Terletak antara 23 1/2'-30' LU/LS.
3.    Daerah sedang
Daerah yang bersuhu antara 20'C-12'C. Terletak antara 30'-40' LU/LS.
4.    Daerah dingin
Daerah yang bersuhu antara 10'C-20'C atau kurang. Terletak antara 40'-661/2' LU/LS.
5.    Daerah kutub
Daerah yang bersuhu -1'C dan terdapat salju abadi. Terletak antara 66 1/2'-90'LU/LS.







2.3. Pembagian wilayah untuk binatang


Berdasarkan tinjauan zoologi, Indonesia mempunyai perbedaan jenis fauna antara bagian barat, tengah, dan timur. Wallace membagi fauna di Indonesia menjadi 3 type, yaitu :

2.3.1. Fauna tipe Asiatis(Asiatic)
Fauna tipe asiatis ini meliputi fauna yang berada wilayah Sumatera, kalimantan, Jawa, dan Bali. Di wilayah ini terdapat banyak jenis fauna yang menyusui dan berukuran besar. Terdapat banyak jenis kera dan ikan air tawar serta tidak banyak memiliki jenis burung berwarna.
Jenis fauna yang banyak ditemukan di wilayah ini antara lain : orang utan, monyet proboscis, badak, harimau, rusa, burung heron, dan burung merak.
2.3.2. Fauna tipe Peralihan(Austral Asiatic)
Meliputi fauna yang berada di wilayah Sulawesi dan Kepulauan Nusa Tenggara bagian Tengah. Di wilayah ini banyak terdapat hewan endemis.
Jenis fauna yang banyak ditemukan di wilayah ini antara lain babi, rusa, kuda, kuskus, anoa, dan komodo.
2.3.3. Fauna tipe Australis(Australic)
Meliputi fauna yang terdapat di kepulauan Aru dan wilayah Papua. Di wilayah ini banyak ditemukan binatang menyusui yang berukuran kecil dan binatang berkantung.
Jenis Fauna yang banyak ditemui di wilayah ini antara lain kanguru, burung cendrawasih, kakatua, nuri, kasuari, dan walabi.

2.4. Evolusi kehidupan
            Mahluk hidup yang ada di permukaan bumi beraneka ragam, tetapi secara garis besar mahluk hidup dapat digolongkan menjadi dua golongan yaitu tumbuhan dan hewan. Tumbuhan yang termasuk mahluk, secara relative tidak dapat pindah tempat (terutama tumbuhan tingkat tinggi), sedangkan yang berhijau daun(bercholorophil) dapat membuat makanan sendiri dengan mengambil energy dari sinar matahari (autotroph).
Tentang mekanisme perubahan itu, Lamarck berpendapat bahwa evolusi merupakan akibat pewarisan sifat-sifat induk kepada keturunannya. Mahluk dalam perkembangannya mencari makanan untuk hidup, mengadakan adaptasi dengan lingkungannya dan memperoleh sifat-sifat yang lebih cocok dan baik dengan lingkungannya.
Darwin mengemukakan hukum seleksi alam sebagai penyebap evolusi. Semua mahluk berjuang untuk hidup, dan yang lestari ialah yang paling kuat.
Saat ini, orang cenderung beranggapan bahwa evolusi kehidupan terutama disebapkan karena mutasi. Mutasi adalah perubahan spesies yang berubah dari induknya  dan ini disebabkan oleh perubahan gen atau kromosom sel. Mutasi yang berarti pindah yaitu pindah jenis, dapat maju dan dapat mundur.

BAB III
PENUTUP

3.1. Kesimpulan
Mahluk hidup yang ada dipermukaan bumi, memiliki rasa saling ketergantungan untuk bisa bertahan hidup. Tetapi ada juga kelompok mahluk hidup yang dapat menghasilkan makanan sendiri atau kelompok produsen. Organisme tersebut mengubah bahan-bahan organik menjadi bahan anorganik dengan bantuan energi matahari dalam butir-butir hijau daun atau klorofil. Pada klorofil itulah proses fotosintesis berlangsung, yang termasuk kelompok produsen adalah tumbuh-tumbuhan yang berhijau daun (klorofil).
Selain kelompok produsen ada juga kelompok konsumen atau mahluk yang memakan mahluk lain (perodusen). Kemudian kelompok pengurai yang hanya mengurai makanan dari sisa-sisa makanan atau mahluk yang sudah mati.
Mahluk hidup yang ada dipermukaan bumi beraneka ragam, namun secara garis besar dapat di golongkan menjadi dua, yaitu tumbuhan dan hewan. Namun karena adanya evolusi kehidupan, banyak mahluk hidup yang punah dari tahun ketahun, penyebabnya karena seleksi alam. 

3.2. Saran
            Kita sebagai mahluk sosial, yang menyadari akan pentingnya mahluk lain yang ada dimuka bumi ini, hendaknya menjaga dan melestarikan keberadaan mahluk-mahluk lain dimuka bumi ini.
            Pentingnya keletarian terhadap mahluk-mahluk tersebut adalah untuk menjaga mahluk tersebut dari ancaman kepunahan. Sangat di sayangkan kalau banyak diantara kita yang tidak peduli dengan keberadaan mahluk-mahluk lain dimuka bumi, pada hal kita memiliki ketergantungan dengan mahluk-mahluk tersebut.
DAFTAR PUSTAKA
Ibrahim. Muslimin . (1989), ilmu alamiah dasar.
Surabaya. Raja wali pers.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar